Webinar PBSI 2020

Rilis Pres: Webinar Inspirasi Alumni PBSI UPGRIS

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang menyelenggarakan Webinar Inspirasi Alumni PBSI UPGRIS #1 dengan tajuk “Raih Prestasi pada Era Revolusi Industri 5.0 Bersama S-1 PBSI UPGRIS. Ratusan pengunjung dari berbagai daerah memenuhi aplikasi Zoom, terutama disesaki oleh generasi muda usia sekolah, mahasiswa, alumni PBSI, serta masyarakat umum.

Pada kesempatan kali ini, menghadirkan beberapa narasumber dari alumni PBSI UPGRIS. Di antaranya dari mereka yang telah berprofesi sebagai penulis, pengajar, penyiar, dan peneliti. Tentu sesuai dengan bidang yang ditempuh dalam proses perkuliahan di PBSI UPGRIS. Pembicara tersebut di antaranya, Wibowo SPd (Guru SMP N Satu Atap Timbangsari Kec. Lebakbarang Kab. Pekalongan), Setia Naka Andrian (Penulis/Dosen PBSI UPGRIS), dan Ari Suryawati Secio Chaesar SPd MPd (Peneliti/Dosen UNS).

“Kali ini kami menghadirkan tiga alumni PBSI dari tiga profesi, yakni penulis, pengajar, dan peneliti. Selanjutnya pada seri kedua, kami juga akan menghadirkan profesi penyiar, serta profesi lain yang masih erat kaitannya dengan bidang yang ditekuni saat berkuliah di PBSI UPGRIS. Di antaranya para profesi penting di berbagai lini pemerintahan dari mulai pemerintahan desa, hingga profesi sebagai anggota dewan,” tutur Eva Ardiana Indrariani, SS MHum (Kaprodi S-1 PBSI UPGRIS) melalui pesan singkat selepas usai acara.

Kali pertama disampaikan oleh Setia Naka Andrian, dengan mengisahkan perjalanannya dalam berbagai proses penulisan kreatif yang dikerjakan sejak masih duduk di bangku kuliah, saat ia menjalani proses perkuliahan di PBSI UPGRIS hingga sekarang. Sempat pula beberapa penggal kisah residensi penulisan yang dikerjakan saat di tanah residensi daerah 3T di Indonesia di Polewali Mandar Sulawesi Barat selama satu bulan, serta saat menjalani residensi penulisan di Leiden Belanda selama dua bulan.

“Saya sangat bersyukur menjadi alumni PBSI UPGRIS, saat prosesnya kala itu menjadi pijakan, fondasi serta modal terbaik dalam saya menjalani kerja-kerja kreatif selanjutnya, terutama yang berkait dengan kerja penulisan kreatif. Semua saya tempuh di kampus, saat S-1, bersama segala tempaan yang melingkupi baik di ruang kelas atau berbagai kegiatan berorganisasi dan berkomunitas,” ungkap Setia Naka Andrian.

Wibowo pun menyampaikan, bahwasanya menjadi mahasiswa tidak hanya bergeser dari kos ke kampus, kos lagi ke kampus lagi, begitu seterusnya. Namun juga harus mengikuti berbagai kegiatan (organisasi kemahasiswaan). Secara tidak langsung, segala itu menjadi bekal yang sangat berarti.

“Beberapa aktivitas saya kerjakan semasa kuliah, termasuk tergabungnya saya dalam berbagai organisasi mahasiswa hingga sempat menggiring saya menjadi Wakil Presiden BEM UPGRIS. Pengalaman berorganisasi dan segala hal itu telah menjadi modal saya dalam dunia kerja yang begitu ketat persaingannya seperti saat-saat ini,” ungkap Wibowo.

Ari Suryawati Secio Chaesar, alumni yang kini menjadi seorang peneliti sekaligus pengajar di UNS. Kesehariannya begitu dekat dengan berbagai aktivitas penelitian bahasa dan sastra Indonesia. Dalam kesempatan presentasinya, ia menyampaikan berbagai pengalamannya dalam dunia penelitian bahasa dan sastra yang dikerjakan selama ini. Termasuk bagaimana upaya-upaya awal yang harus ditemouh serta berbagai strategi dalam kerja penelitian.

Penulis: Setia Naka Andrian, S.Pd., M.Pd.